LRT Palembang Jangan Hanya Untuk Asian Games

Teks foto: Para legislator saat meninjau LRT di Palembang.
Jakarta,BERITA-ONE.COM.-Anggota Komisi V DPR RI Hanna Gayatri menilai, pembangunan Light Rail Transit (LRT) Palembang sangat tidak efesien jika hanya untuk perhelatan olahraga Asian Games 2018. Pasalnya, dengan anggaran pembangunan yang mencapai lebih dari Rp10 triliun, LRT itu nantinya bisa digunakan untuk transportasi umum.

“Jadi menurut saya, dengan anggaran sangat besar untuk proyek pembangunan tersebut, alangkah baiknya jika nantinya bisa digunakan sebagai transportasi umum,” ucapnya usai peninjauan pembangunan LRT bersama Tim Kunjungan Kerja Komisi V DPR RI di Palembang, Sumatera Selatan, Kamis kemarin.

Di sisi lain, Hanna meminta kepada pihak pelaksana agar lima pembangunan stasiun yang belum terselesaikan bisa diselesaikan secara cepat. Karena menurutnya dari 13 stasiun yang direncanakan, jika masih menyisakan pembangunan sangatlah disayangkan, karena pembangunan LRT ini sangat penting untuk masyarakat Palembang nantinya sebagai alat transportasi umum.

“Saya harapkan pembangunan yang masih tersisa bisa secepatnya terselesaikan, karena mengingat LRT ini akan dipergunakan oleh umum dan masyarakat di Palembang,” katanya.

Pada kesempatan yang sama Manager Waskita Karya Project LRT Sumsel Masudi Jauhari menyampaikan lima stasiun yang belum terselesaikan akan diusahakan selesai secara fisik sesuai dengan target waktu yang ditentukan. Namun ia khawatir, ada akses menuju stasiun belum selesai, karena hingga saat ini pembebasan lahannya belum selesai.

“Jadi bagaimana pembangunan stasiun itu bisa berjalan jika tidak ada aksesnya. Jika nantinya hingga Asian Games masih terkendala akses tersebut, LRT tidak akan berhenti di stasiun yang aksesnya belum selesai dan tidak bisa dilewati itu. Persoalan pembebasan lahan tanah ini sudah kita usahakan dengan mengirim surat dan mensosialisaikan kepada pihak-pihak yang bersangkutan kepada masyarakat,” jelasnya.

Dalam kunjungan kerja yang dipimpin Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ibnu Munzir ini, Tim Komisi V didampingi Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Wilayah V Palembang, Kepala Balai Jasa Kontruksi Wilayah II Palembang, Direktur Jenderal Sarana Perkeretaapian, Kepala Balai Badan Pengelola Transportasi Darat, Direktur Operasi II Waskita dan Direktur Quality Health Safety Enviroument (QSHE). Demikian Parlementaria. (SUR).


   

No comments

Powered by Blogger.