Hakim Gugurkan Permohonan Praperadilan Setya Novanto.
Setya Novanto digiring petugas. |
Jakarta,BERITA-ONE.COM-Sudah diperkirakan sebelumnya, bahwa sidang Praperadilan ke-2 yang di Mohonkan Setya Novanto di di Pengadilan Jakarta Selatan akan gugur setelah perkara pidana pokoknya disidangkan.
Hal ini terbkti 100%, karena hakim tunggal Kusno SH menggugurkan Praperadilan yang di Mohonkan Setya Novanto berkaitan ditetapkannya sebagai tersangka yang kedua kalinya dalam kasus E-KTP hari ini 14/11/2017. Karena, materi pokoknya sudah disidangkan dipidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat kamari.
Seperti diketahui KPK pertama kali menetapkan Setya Novanto sebagai tersangka kasus korupsi KTP elektronik pada 17 Juli 2017. Kemudian di Praperadilan oleh Setnov berkaitan dengan ditetapkannya sebagai tersangka, dan hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Cepi Iskandar pada 29 September 2017 mengabulkan gugatannya, dimana penetapannya sebagai tersangka tidak sesuai prosedur.
Lalu KPK kembali menetapkan Setya Novanto sebagai tersangka perkara korupsi itu pada 10 November, dan Setnof kembali mengajukan permohonan praperadilan berkenaan dengan penetapannya sebagai tersangka ke-2 ini.
Alhasil praperadilannya ditolak lantaran materi pokona sudah disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Dengan demikian drama yang selama ini dilakukan oleh Sevnof sudah tiada gunanya. Dan sidang pidana kasus korupsi E-KTP terhadap dirinya akan berjalan mulus. (SUR).
Hal ini terbkti 100%, karena hakim tunggal Kusno SH menggugurkan Praperadilan yang di Mohonkan Setya Novanto berkaitan ditetapkannya sebagai tersangka yang kedua kalinya dalam kasus E-KTP hari ini 14/11/2017. Karena, materi pokoknya sudah disidangkan dipidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat kamari.
Seperti diketahui KPK pertama kali menetapkan Setya Novanto sebagai tersangka kasus korupsi KTP elektronik pada 17 Juli 2017. Kemudian di Praperadilan oleh Setnov berkaitan dengan ditetapkannya sebagai tersangka, dan hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Cepi Iskandar pada 29 September 2017 mengabulkan gugatannya, dimana penetapannya sebagai tersangka tidak sesuai prosedur.
Lalu KPK kembali menetapkan Setya Novanto sebagai tersangka perkara korupsi itu pada 10 November, dan Setnof kembali mengajukan permohonan praperadilan berkenaan dengan penetapannya sebagai tersangka ke-2 ini.
Alhasil praperadilannya ditolak lantaran materi pokona sudah disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Dengan demikian drama yang selama ini dilakukan oleh Sevnof sudah tiada gunanya. Dan sidang pidana kasus korupsi E-KTP terhadap dirinya akan berjalan mulus. (SUR).
No comments