Presiden Jokowi Berkomitmen Selesaikan Kasus Munir Dan Kejahatan Narkoba.
Almarhum Munir Said Talhib. |
JAKARTA,BERITA-ONE.COM-Presiden Joko Widodo
(Jokowi) menyadari bahwa penegakan hukum di Indonesia dinilai masih belum
memberikan efek jera bagi para pelanggar hukum. Untuk itu, Presiden bertekad
untuk terus menyelesaikan dan mereformasi penyelenggaraan penegakan hukum di
Indonesia.
Presiden juga menyampaikan komitmennya untuk
menyelesaikan kasus-kasus masa lalu yang belum terselesaikan seperti misalnya
kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM) terhadap pejuang HAM Munir Said
Thalib dan juga kasus kejahatan narkoba.
“Ini juga memerlukan sebuah tindakan dan
penegakan hukum yang tegas,” tegas Presiden Jokowi dalam pertemuan dengan para
pakar dan praktisi hukum, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (22/9).
Dalam kesempatan itu Presiden Jokowi meminta
masukan dari para pakar dan praktisi hukum mengenai penyelesaian kasus-kasus
tersebut dan juga penataan kembali aturan-aturan hukum yang dinilai tumpang
tindih antara satu dengan yang lainnya.
Selain itu, Presiden juga meminta saran mengenai
penataan lembaga-lembaga penegak hukum di Indonesia.
“Kami mohon rekomendasi untuk misalnya penataan
lembaga kita baik di Polri, kepolisian, Kementerian Hukum dan HAM, mungkin juga
di kejaksaan, dan juga di KPK sehingga penyelesaian-penyelesaian di bidang
hukum kita ini betul-betul bisa menyeluruh, komprehensif, dan betul-betul bisa
menyelesaikan masalah-masalah di negara kita,” kata Presiden.
Dalam hal ini Humas Seskab mengatakan, yang ikut
mendampingi Presiden dalam pertemuan tersebut Menteri Sekretaris Negara
Pratikno dan Staf Khusus Presiden Johan Budi. (SUR).
No comments